Bagaimana menangani anak terlambat bicara
Kalau menurutku begini ya. Sekalipun anak ini hanya mengalami gangguan dalam bahasa ekspresif (yang lain normal termasuk perkembangan kognitifnya), namun karena ia mengalami keterlambatan perkembangan bahasa, maka biasanya kelak saat masuk sekolah dasar ia juga mengalami ketertinggalan dalam kemampuan pelajaran membaca dan bahasa. Karena itu harus tetap diperhatikan, dan anak kelompok seperti ini kini di banyak negara sudah dimasukkan ke dalam kelompok anak berrisiko. Berrisiko artinya bukan berarti kelak akan mengalami gangguan (disabilities), tetapi ada risiko ke arah sana, walau belum tentu, tergantung perkembangannya bagaimana. Cara berpikir (cognitive style) anak anak ini juga akan berbeda dengan anak-anak lain. Sekalipun anak ini misalnya masih 20 bulan diberi tulisan, misalnya minum, lalu ia bisa mengikuti, dan jika ditanya lagi ia bisa mengikuti, maka jangan bahagia dahulu. Cara belajar membaca anak seperti ini sifatnya adalah visual, ia tidak mengerti artinya, karena perkembangan pemahaman maknanya juga belum berkembang. Dan lebih cilaka lagi kelak saat ia masuk sekolah, cara membacanya juga harus dirubah, yaitu dengan cara mengeja. Jadi kelak phonetik akan berperanan sekali. Artinya untuk anak di bawah 3 tahun, mohon jangan diajar-ajari membaca, jika ia terbiasa dengan cara seperti itu, akibatnya saat masuk sekolah dasar akan kesulitan membaca mengeja. Bisa baca dalam buku yang ditulis oleh Dr Mel Levine, sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Berilah stimulasi bicara, bukan hanya dengan mengajaknya bicara saja, membacakan buku, dlsb. Buatnya sulit menerima hal seperti ini, karena anak-anak terlambat bicara ini mengalami gangguan kemampuan pemrosesan auditory. Karena itulah ia terlambat bicara. Tetapi manfaatkan kemampuan lebihnya, yaitu yang suka menyanyi, ajaklah bicara sambil bernyanyi-nyanyi. Gunakan juga kemampuan lebihnya dalam visual, gunakan gambar-gambar tiga dimensi (bukan dua dimensi atau gambar hayal) karena perkembangan imajinasi dan fantasinya nya belum berkembang baik. Paling gampang adalah potret semua yang ada di sekitarnya, anggota keluarga, semua barang yang ada di rumah, di luar rumah dan seterusnya. Buatlah album spesial buatnya, biarkan tergeletak dimana mana agar ia sering bertemu dengan gambar itu, sebutkan satu satu apa yang ada dalam foto itu. Mengajaknya membaca untuk anak seusia ini juga kurang bisa diterimanya, selain rentang perhatiannya rendah, ia gak akan bisa menangkap sebuah kalimat panjang. Hal itu karena ia mempunyai kelemahan dalam pemrosesan informasi melalui auditory. Karena itu sebutkanlah kata-kata satu persatu. Bautlah kalimat pendek dalam dua atau tiga kata. Jangan beri perintah melebihi satu perintah, dia gak akan faham. Hitunglah jumlah kata yang dimiliki, pisahkan kata-kata tersebut dalam kelompok: kata benda, kata kerja, kata sambung, dan setrusnya. Jika sudah berjumlah sekitar 50 kata maka latihlah membentuk kalimat dalam dua kata, dan melanjut ke tiga kata…. Selanjutnya bisa baca dalam URL yang sudah saya kirim. Selamat mengasuh. Julia Maria