Gimana sih cara belajar baca dan kapan ? by Julia Maria Van Tiel
koment lah ya, soale banyak banget anak masih baru belajar
mbrangkang kok malah diajar membaca, kan namanya koprol dalam
perkembangannya.
Mustinya, normalnya anak belajar membaca itu kalau sudah usia di
atas 5-6 tahun. Ini konon ada kaitannya dengan pindahnya dominasi
belahan otak.
Dongengnya gini, duluuuu banget di tahun 70-an ada neurolog yang
punya hobby ngoprek otak, (namanya lupa saya males ngoprek bukunya
lagi deh ya). Dia mencoba melakukan percobaan pada bayi dengan
memberikan rangsangan bunyian, dan rangsangan visual. Alatnya
namanya lupa, malas ngoprek lagi… Hasil rangsangan ini diukur
dengan ya alat itu yang dapat menangkap aktivitas otak. Ternyata
pada bayi daerah yang aktif itu di belahan otak kanan, yaitu
terhadap rangsangan visual dan rangsangan musik. Karena itu lalu
dikatakan bahwa pada bayi akan lebih didominasi oleh otak sebelah
kanan. Otak sebelah kanan ini juga menyimpan informasi visual,
musik, indera, akan lebih lama, makanya disebut long term memori.
Bentuk informasi yang masuk akan lebih kuat jika melalui penglihatan
ketimbang dari telinga. Sebab kata-kata yang bentuknya berurutan itu
harus masuk melalui telinga yang diatur oleh otak sebelah kiri.
Dominasi otak hanya sebelah kanan tadi akan berlangsung hingga kira-
kira usia bayi 29 minggu, katanya. Lalu belahan otak kiri akan mulai
berfungsi. Kelak saat usia 6 tahun dominasi itu akan berpindah yang
tadinya didominasi sebelah kanan, kini mulai pindah ke sebelah kiri,
dan pergeseran ini akan berakhir di usia 10, untuk selanjutnya
manusia akan didominasi oleh otak sebelah kiri. Nah usia-usia ini
mulai bayi hingga 10, adalah usia yang kritis.
Makanya Bu Lea, jangan ngantor aja, pindah profesi jadi guru TK aja,
jadi bisa nonton anak-anak ini perkembangannya bagaimana.
Pada anak terlambat bicara yang kognitifnya baik, dominasi sebelah
kanan keterlaluan, hingga menyebabkan fungsi otak sebelah kiri jadi
kacau balau. Padahal otak sebelah kiri juga akan berpengaruh pada
tangan kanan untuk menulis. Makanya anak yang telat bicara kalau
nulis juga kacau balau, karena dia gak jelas tangan yang kuat yang
mana. Mau dibilang tangan kiri yang kuat, engga juga, mau dibilang
tangan kanan yang kuat juga engga. Karena itu tulisannya jelek
banget. Makannya juga acak-acakan.
Nah balik lagi ke soal belajar baca. Pada anak kecil saat masih
lebih banyak didominasi oleh belahan otak kanan, ia akan lebih mudah
belajar membaca dengan cara visual, yaitu seolah melihat logo. Jadi
tulisan dalam bentuk kata2 itu diingat-ingat dalam memori jangka
panjangnya seperti ia mengingat gambar/logo. Tapi tidak mengerti
sistem simbol sambung menyambung, bahwa ada huruf disambung sambung
jadi kata, kata disambung sambung jadi kalimat. Karena itu kalau ada
anak sudah kelas dua SD bisa baca cepat banget tapi gak ngerti
isinya, artinya anak ini biasanya mengalami kesulitan belajar
(learning difficulty) sebagai akibat terlalu kuat pada belahan otak
kanan. Ia visual learner, namanya. Kalau disuruh imla seringkali
kacau balau, karena dia engga terbiasa menyambung nyambung huruf
jadi kata. Kalau dikasih teks terus ditanya apa yang dibaca engga
ngerti.
Sebaliknya ada juga yang membacanya terbata-bata, gara-gara gak bisa
mengeja. Membacanya gak pede. Karena kalau mau memahami apa yang
dibaca secara mengeja, harus diulang-ulang gak keruan.
Banyak ahli menganjurkan sebaiknya anak diajari membaca jika sudah
siap membaca, yaitu usia 5 -6 saat mana belahan otak kiri yang buat
mendengar runtutan bunyian kata sudah berfungsi baik. Begitu juga
ada perpindahan dari kanan ke kiri. Usia 5-6 ini memang usia yang
kritis banget, sebab kalau diajari nulis nulis di usia di bawah ini,
saat usia 5-6 disuruh nulis, maka hurupnya akan terbalik-balik. Jadi
kalau disuruh membaca juga malah kacau balau…
Karena itu anak yang terlambat bicara, dimana dominasi belahan otak
kanannya terlalu besar, maka selalu mengalami kekacauan membaca,
menulis, dan berhitung. Karena itu harus hati-hatilah sama anak-anak
ini.
Julia Maria