Pengen nulis tapi…..
Monday, August 7th, 2006 Daritadi memandangi halaman putih kosong ini aja ! Pengen nulis tapi gak tau mau nulis apa. Mau cerita tapi daritadi bingung yang mana yang mau diceritain, lagi gak jelas perasaan nih.
Kadang kita memang harus mengalah dengan takdir, harus pasrah dan ikhlas kuncinya. Sehebat apapun kita mempersiapkan segala sesuatu sesuai keinginan kita, seberapa besar pun perngorbanan dan usaha yang telah kita berikan untuk mewujudkan keinginan kita itu, tetap hasil akhirnya ada pada Allah SWT.
Kehidupanku telah berkali - kali menunjukkan hal itu, tapi yang namanya manusia, tetap saja aku masih bermimpi dan dengan yakin merasa bahwa aku bisa mewujudkan mimpi itu. Soalnya kalo gak gitu, kita jadi gak termotivasi untuk memberikan yang terbaik khan ?
Contohnya keinginanku saat ini, adalah sesuatu yang benar - benar di luar kuasaku sebagai manusia biasa. Namun dengan segala alasan dan harapan aku tetap yakin bahwa keinginanku ini bisa terwujud. Aku sadar Allah sedang mengujiku. Hanya karena hal itu pernah terjadi sekali, tidak berarti yang kedua kalinya akan lebih mudah. Hanya karena aku telah bersiap sejak lama secara lahir dan batin, tidak berarti dalam hitunganku segalanya akan terwujud.
Jadi ingat kata ustadzahku tempo hari, kedekatan kita dengan Allah hanya kita yang tahu. Seberapa banyak doa kita yang diijabahnya, hanya kita yang dapat merasakan. Seberapa banyak cobaan yang diangkat dari dada kita dan dipermudah penyelesaiannya, hanya kita yang bisa menghitungnya. Seberapa besar pengorbanan jiwa raga dan harta kita di jalan Allah pun hanya kita yang bisa mengukur keikhlasannya. Sungguh kita tidak layak membohongi diri kita sendiri padahal kita tahu apa yang sebenarnya ada dalam hati. Kenapa kita masih terus menerus mengingkarinya ? Cuma kita yang bisa meresapi alasannya.
Sebagai manusia yang punya emosi dan nafsu, sulit sekali rasanya bersikap pasrah akan hasil dari kerja keras kita. Sulit sekali menjadi ikhlas atas prestasi yang kita raih akibat usaha kita yang habis-habisan. Sulit sekali mengukur bahwa apa yang kita lakukan tidak seberapa dengan manusia lainnya yang berjuang demi sesuap nasi setiap hari tanpa tahu apa yang bisa dimakannya esok hari. Tapi di sudut hati kita yang terdalam, kemampuan untuk menghamba itu ada. Tinggal bagaimana kita mampu menggali dan mengaktualisasikannya dalam hidup.
Kini aku mau belajar bersabar dan ikhlas atas segala usahaku. Bahwa setiap usaha itu tidak berujung pada suatu hasil yang dapat kita lihat atau nikmati, itulah hukum alam ini. Tanpa kita sadari mungkin usaha kita telah memberi manfaat bagi orang lain, wallahu’alam. Semoga Allah meringankan pikiran dan hatiku agar mau bersabar, terus berusaha dan berdoa serta pasrah dan ikhlas atas segala usahaku untuk mewujudkan keinginanku.
Amin.
