Marhaban Ya Ramadhan

Assalamu’alaikum …………

Setiap Ramadhan datang, selalu banyak rencana yang pengen dikerjakan. Dari sejak bulan Syaban (Agustus Akhir - September Awal) sudah sibuk bikin rencana macam-macam. Bikin target harus ini itu selama bulan Ramadhan karena berusaha menghapus segala dosa-dosa yang telah lalu. Mikirin menu buat sahur dan berbuka supaya ibadah puasa lancar penuh berkah. Siapin mukena dan sajadah serta peralatan sholat buat suamiku tercinta dan para mbak-mbak di rumah. Baca - baca ini itu buat mengingat - ingat lagi apa - apa saja yang harus dilakukan selama bulan Ramadhan. Beli baju buat sholat Ied nanti, baik buatku sendiri, suamiku maupun anakku. Gak ketinggalan juga hunting baju buat nyokap-bokap dan mertuaku.

Belum lagi kegiatan di kantor, sebagai ketua Divisi Muslimah majelis taklim di kantor, aku kebagian berbagai tugas selama kegiatan Ramadhan di kantor. Dari mulai soal konsumsi setiap pengajian dan acara - acara lainnya, koordinasi sama muslimah yang lain buat bantu kegiatan bazaar, sampe survey dhuafa sekitar kantor buat dikasih sembako nanti mendekati lebaran.

Pengennya memang kalo Ramadhan tuh kita khusuk ibadah dan banyakin amalan, dari mulai puasanya sendiri, sholat 5 waktu, sholat - sholat sunnah, baca Al Qur’an, sedekah, infaq, dan kegiatan - kegiatan lain yang berhubungan dengan keagamaan. Tapi namanya manusia ya pasti ada saja godaannya, biasanya yang paling bikin sebel adalah kerjaan. Terlibat dalam proyek yang bekerja sama dengan pihak asing repotnya begini, bulan Ramadhan bukan apa-apa buat mereka, jadi target schedule jalan terus, bahkan karena sekarang memang lagi peaknya, ya harus digeber apapun resikonya. Padahal kalo bulan Ramadhan khan kita pengennya pulang cepet, supaya sempat berbuka di rumah bersama suami dan anak, sempat sholat maghrib berjamaah dan sholat tarawih dengan tenang.

Semua cita - cita itu tetap saja akan jadi cita - cita kalo kita gak ambil langkah yang tepat. Itu sebabnya semakin kuat rasanya hasrat untuk tidak lagi bekerja sebagai pegawai begini. Seandainya kerja bisnis di rumah, khan bisa di rem dulu demi bulan Ramadhan. Tidak seperti sekarang yang jika dilihat dari beban kerja sih tidak ada bedanya dengan bulan - bulan yang lain.

Beruntung memang tempat kerjaku masih sangat kental kerohaniannya. Apalagi sejak Mesjid berhasil dibangun, kegiatan jadi semakin atraktif dan variatif sehingga semakin banyak umat yang sempat menyisakan waktu untuk beribadah baik kolektif maupun individu.

Saat ini cuma ada doa dalam hati dan tekad yang kuat agar bulan Ramadhan kali ini jauh lebih baik dari bulan - bulan sebelumnya. Semoga saja hati ini dikuatkan untuk tetap istiqomah menjemput berkah dan pahala sehingga mampu melaksanakan semua yang dicita - citakan. Apalagi Falisha sudah sebesar sekarang, segala contoh yang baik harus diberikan agar Falisha nanti jadi muslimah yang jauh lebih baik dari ibunya.

Ya Allah Ya Rabbi, kabulkanlah…..

Leave a Reply