Waktu Falisha sakit…..
Duh paling sedih deh sedunia kalo liat anakku sakit. Rasanya sebel banget kenapa tuh penyakit gak hinggap ke emaknya aja daripada bikin anakku lemes dan menderita seperti itu.
Waktu itu ceritanya libur panjang 5 hari gara2 17-an Agustus campur sama Isra’ Miraj. Jadi kita sekeluarga udah rencana bikin macem2 kegiatan sama2 biar Lisha seneng mumpung ada ayah ibunya.
Waktu akhirnya malem terakhir, waktu itu Senin, 21 Agustus 2006 malem banget, Lisha keliatan udah mulai batuk2 kecil. Aku pikir pasti karena kecapekan jalan2, main pasir, berenang dan ke time zone beberapa hari terakhir ini.
Selasa-nya aku sudah harus ngantor lagi, jadi kutinggalkan segepok pesan buat pengasuhnya Lisha. By the way pengasuhnya ini baru 2 minggu full megang Lisha berhubung pengasuhnya dari Lisha lahir resign awal Agustus. Jadi kupesenin supaya Lisha banyak minum, baik susu maupun air putih, lebih banyak dari biasanya. Terus pantau temperaturnya takut dia tiba - tiba demam. Juga banyak makan sayur dan jeruk kesukaannya supaya gak terjadi superinfeksi. Pengalaman ku di 2 kondisi sakit Lisha sebelumnya, biasanya tidak akan pernah parah efek dari sakitnya, jadi cukup ditelateni saja. Sebab kalo pun ke dokter pasti dibilang radang tenggorokan (which is gejala & bukan penyakit) terus dikasih deh antibiotik (Which is not even necessary karena penyebabnya biasanya virus untuk anak seumuran Lisha). Selama minggu itu Lisha sehat - sehat aja dan tetap lincah walaupun batuknya memang sedikit lebih parah dan makin berdahak. Kuingatkan pada pengasuh Lisha agar siap - siap kalo Lisha muntah dan jangan panik, karena Lisha belum bisa mengeluarkan dahak sendiri jadi satu - satunya exit way dahaknya adalah dengan muntah (which is safe asal gak nyemprot kenceng). Sabtu berikutnya tanggal 26 Agustus kebetulan ayah ibunya Lisha kecapekan. Selain karena weekend minggu depan mau ke Lembang jadi nabung tenaga, juga kebetulan gak ada yang perlu dilakukan. So kita sekeluarga di rumah aja main sama Lisha. Sampai sabtu sore Lisha masih baik - baik aja dan lincah serta bawel seperti biasa. Tapi sejak batuk itu memang Lisha sering sekali terbangun tengah malam dan nangis 15 menitan sebelum akhirnya tidur lagi. Biasanya cuma minta pampersnya diganti, atau minta dibalurin minyak telon, atau minum susu/air putih atau pengen ngemil sereal kalo masih kelaparan. Sabtu malem jam 2 aku terbangun, tumben pikirku Lisha gak terbangun seperti hari - hari kemarin. Pas kuraba badan Lisha ternyata panasnya menyengat sekali, duh anakku demam, bathinku. Langsung kuambil termometer digital puku - puku Lisha dan kuukur suhu tubuhnya, ternyata sudah 38.5 C. Kuambil sebaskom air hangat dan waslap, lalu kuusap semua tubuh Lisha dengan waslap air hangat itu supaya ada media air yang menyerap panas tubuhnya. Pagi - pagi bangun tidur Lisha tidak sellincah biasanya, kelihatan sekali lemas dan maunya hanya digendong ibunya saja, gak mau sama yang lain. Setelah mandi pagi dan berendam dalam ember berisi air panas agak lama, aku gendong Lisha pake kain gendongan favoritnya kemana - mana hari itu. Siang hari panasnya sudah 39.5 C. Lalu saat kucoba berikan parasetamol, Lisha malah muntah walaupun dia gak nangis sesudahnya. Setelah muntah Lisha kuajak mandi lagi dan berendam dalam bak air hangat bersamaku sekalian membersihkan bekas muntahannya. Seharian gak mau makan dan minum susu, maunya air putih dan itupun sedikit. Pocari sweat atau oralit yang biasanya dia suka juga ditolaknya. Setelah ada sedikit ikan goreng yang masuk ke mulutnya, aku putuskan untuk mencoba memberikan parasetamol lagi pada Lisha, kali ini dalam 2 bagian masing - masing 1/2 dosis. Alhamdulillah berhasil dan habis itu Lisha minum lumayan banyak lalu tertidur. Selama tertidur aku kompres terus dahinya dengan air hangat dan kuusap sekujur tubuhnya dengan waslap air hangat itu juga. Ayah Lisha kuminta membeli diazepam sebagai obat jaga - jaga kalau saja Lisha mengalami kejang demam, karena ada riwayat kejang demam dalam keluarga suamiku. Bangun tidur Lisha mau makan jeruk sedikit namun muntah lagi sehingga kuajak berendam lagi di air hangat sambil mandi sore. Sehabis magrib suhu tubuhnya malah semakin meninggi dan mencapai 40.5 C. Akhirnya aku putuskan Senin besok aku akan bolos dan membawa Lisha ke DSA-nya. Kutitipkan pekerjaanku pada temanku dan kudaftarkan Lisha pada DSA-nya. Malam itu aku tidak tidur, terus menerus mengompres Lisha dan mengukur suhunya. Sesekali memaksa Lisha bangun untuk minum agar LIsha tidak dehidrasi dan menggendongnya saat dia akan tidur lagi. Jam 4 pagi aku tertidur disamping Lisha. Pagi-pagi pukul 6 Senin 28 Agustus 2006, aku dibangunkan Lisha yng menggoyangkan tubuhku sambil tersenyum memandangku. Duh gadis cantikku sudah mulai merasa enak rupanya. Langsung kusodorkan minum padanya dan kuukur suhu tubuhnya. Alhamdulillah suhunya sudah turun ke 39 C. Artinya demam tertingginya sudah lewat dan insya Allah akan menurun terus sampai batas normal. Kuminta suamiku untuk ke kantor saja dan meninggalkan mobil di rumah untuk jaga - jaga jika demam Lisha meninggi lagi. Alhamdulillah Lisha sudah mau sarapan dan sudah bisa berlari - lari mengejar aku dan pengasuhnya kesana kemari. Suhu tubuhnya masih berkisar di 38.5 C namun Lisha kelihatan ceria. Pagi itu kubatalkan rencana membawa Lisha ke DSA-nya karena toh kondisinya sudah membaik. Sore harinya pada saat ayahnya pulang, suhu tubuh Lisha sudah mencapai 37 C. Optimis rasanya Lisha akan segera sembuh, namun karena batuknya masih saja ada, terus menerus aku berikan minum yang banyak, sayuran dan jeruk. Pagi hari saat aku bangun, suhu tubuh Lisha sudah mencapai 36.5 C dan Lisha tidur nyenyak sekali malam itu. Akhirnya aku merasa bahwa aku sudah dapat bekerja lagi, namun dengan sekali lagi setumpuk pesan buat pengasuh Lisha dan terus menerus menelpon rumah sampai 9 kali sehari. Weekend kemarin kami ke Lembang dan Lisha sudah sembuh dari batuknya. Sekali lagi satu krisis terlewati, semoga saja anakku terhindar dari abuse obat - obatan yang tidak perlu dan terjaga kesehatannya sepanjang masa. Amin.
September 19th, 2006 at 5:43 am
Eh, Ibunya Falisha.. udah lama banget kagak ngeliat photo elu.. udah jadi mummy yah.. lucu banget anakmu Ken..