Falisha Anakku Mendadak Tuna Rungu - Kenapa ? Bantu kami, please!

Dear SPs dan para dokter,
Cerita saya bermula saat anak saya Falisha (3 thn) demam tinggi hingga
40 degC selama 4 hari sehabis berlibur seru bersama sepupu2-nya setelah
Lebaran. Setelah berdiskusi dengan DSA-nya akhirnya dihari ke-5
Falisha dirawat inap karena sudah lemas dan muntah terus serta hampir selalu
tidur.
Diagnosa sementara selama rawat inap adalah Pneumonia dgn didukung
hasil rontgen dan infeksi parah dengan nilai CRP hingga 535. Saat baru
masuk Rumah Sakit pun tekanan darahnya mencapai 148.
Selama dirawat inap diberikan antibiotic (Ecotroxin), penurun panas
(Panadol dan Proris bergantian) serta kortikosteroid (Oradexon), juga obat
batuk anti alergi (Toplexil) dan Rantin.
Sempat mengalami menggigil hebat di hari pertama selama 15 menit dan
tanpa sepengatahuan saya diberikan stesolid dan proris suppository.
Kondisinya membaik dan selama 5 hari dirawat akhirnya nilai CRP-nya
turun ke 57 sehingga diperbolehkan pulang.
Setelah kembali ke rumah dan mulai bermain, kami baru menyadari
ternyata Falisha tidak merespon panggilan ataupun bunyi apapun. Bahkan peluit
mainannya dikatakan rusak serta menonton TV hingga suaranya keras
sekali tetap dikatakan tidak terdengar. Sewaktu dirawat inap, ketidak
responsive-an ini kami sangka akibat lemahnya kondisi Falisha saat demam dan
sesudahnya.
Kami berkonsultasi dengan ahli THT yang menyatakan gendang telinga-nya
utuh dan tidak bermasalah sehingga dirujuk ke DSA ahli syaraf.
DSA ahli syaraf ini mengkonfirmasi bahwa terjadi kerusakan pendengaran
pada anak kami dengan kelas minimal sedang, selanjutnya disarankan
melakukan tes BERA (Brainstem Auditory Test) dengan hasil sebagai berikut:

ABNORMAL, Kerusakan total endochlea berat.
Tak tampak gelombang V pada stimulasi 96 dB (severe deafness)

Setelah hasil ini dikonsultasikan ke DSA ahli syaraf tersebut, beliau
mengkonfirmasi bahwa Falisha mengalami kerusakan pendengaran total 100%
dan menyarankan dilakukan MRI untuk mengetahui kerusakan syarafnya.
Beliau juga memberikan 3 obat yaitu Nootropil, Trental & Lameson tablet
yg dibuat puyer.
Saat ini kami ayah ibu Falisha amat sangat sedih menerima kenyataan ini
dan belum bisa berpikir jernih tentang langkah apa yang sebaiknya
diambil.
Mengingat Falisha amat sangat aktif pendengaran dan bicaranya sebelum
kejadian ini.
Sekarang Falisha sering terlihat bingung dan merenung sendiri karena
ketiadaan suara lagi dalam dirinya.
Mohon masukan dari SPs sekalian, apa yang harus kami perbuat dan kira
– kira apa yang salah dengan Falisha sehingga tiba – tiba menjadi
tuna rungu seperti ini.
Selain itu jika ada yang memiliki info dokter anak spesialis telinga &
syaraf yang direkomendasikan, mohon infonya.
Juga jika ada info metoda penanganan balita tuna rungu di rumah, atau
lembaga yang dapat membantu membina Falisha jika memang ketuna
rungu-annya menetap.
Terimakasih dan mohon maaf jika penuturannya terlalu panjang.

Kami yang sedih dan bingung

Ayah Ibu Falisha
Lily Satryadi & Audiyanti Kusumowardhani

3 Responses to “Falisha Anakku Mendadak Tuna Rungu - Kenapa ? Bantu kami, please!”

  1. Vidya Says:

    Duh, mudah2an keluarga diberi kekuatan, ketabahan dan kesabaran menghadapinya ya. Moga2 bisa segera ditemukan jalan keluarnya.
    Ga bisa bantu apa2, cuman bisa bantu doa…

  2. tantan Says:

    Selamat pagi Bapak lily dan Audiyanti

    Saya sebagai seorang ayah merasa turut berduka dengan keadaan Felisha sekarang. Betapa berat menerima hadiah ” saya katakan hadiah” karena siapa tahu bila Bapak dan Ibu sabar dan tawakal menerima pemberian ini dari Tuhan Yang Esa mudah-mudahan jadi tiket Bapak dan Ibu masuk surga.

    Bapak dan Ibu, saat ini juga sebelum segalanya terlambat, bawalah Felisha ke Sekolah Khusus Tunarungu (SLB B) yang sudah melayani Intervensi Dini. Penanganan dini ini untuk menghindari kelainan perkembangan secara psikis dan perkembangan bahasana.

    Sekolah khusus yang menangani anak tunarungu usia dini saat ini ada di Yayasan Santi Rama Jakarta, alamatnya di jl. Kramat 7, Kramat, Jakarta. Kemudian Yayasan Tunarungu Yogyakarta, atau Karnnamanohara yang berlamat di Jl. Pandean 2, Gang Wulung, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. tel. 0274-7471326 atau HP 087838228680

    Kedua sekolah di atas khusus menangani usia dini dan menggunakan metoda mathernal reflektif dengan pendekatan oral-aural bukan isyarat.

    Semoga Bapak dan Ibu Felisha dapat terbantu.

  3. siti Says:

    Bapak Ibu Orang tua Felisha

    Saya dapat merasakan betapa sedihnya bapak ibu sekalian, karena saya sendiri juga tiba-tiba mengalami gangguan pendengaran diakibatkan vertigo.
    Saya barusan membuka web tentang ahli saraf telinga. Coba Bapak/Ibu kontak ke MEDITOX THERAPY Perum Retama - Jl. Pleret Utama No. 11A Banyuanyar Surakarta, Jawa Tengah.
    Rencana saya juga mau ke sana tetapi waktu yang belum memungkinkan.
    Semoga Bapak/Ibu tabah dalam menghadapi cobaan ini.

Leave a Reply