Kecemburuan si Kakak
August 23rd, 2006 by audiyantiDiambil dari milis SEHAT (sehat@yahoogroups.com)
Mbak Ayu,
Welcome to Sehat, dijamin nggak akan nyesel ikutan milis hebat ini,
secara informasi yang didapat benar2 ruuaarrr biasa…:-)
Wow, punya adik 1 aja udah hal yang luar biasa buat si kakak,apalagi
langsung 2, yang pastinya lebih menyita waktu dan perhatian orang2,
sudah pastinya akan menimbulkan kecemburuan si kakak.
Apalagi jika anak menginjak usia 2 tahun, yg mana dia baru mulai
mengerti dan belajar bahwa eksistensi dirinya yg ternyata terpisah
dari org lain, shg dia membutuhkan perhatian lebih dari orgtua atau
org lain.
Yg sangat penting adalah kita perlu tahu bgmn perilaku psikologis
anak usia 2 tahunan, shg kita tidak salah dalam menghadapinya.
Sebenernya jauh lebih mudah kalau kita sudah mempersiapkan si kakak,
jauh sebelum si adik nongol di dunia. Banyak hal yg bisa dilakukan.
Pengalaman saya dengan Tristan (4th 3bln) dan Nathan (14 bln), saya
sudah mengajak Ntan untuk terlibat dalam persiapan kelahiran si
adik, al dengan mengajak dia ikut ke dokter (Ntan takjub sekali liat
gambar baby saat di USG), memperlihatkan photo2/video kelahiran
Ntan, shg dia tau persis apa yg akan terjadi dg adiknya nanti.
Mengajak Ntan untuk komunikasi dg adiknya ketika didalam perut.
Ajaibnya, si adik bisa polah setiap kali denger suara si mas
Ketika Nat sudah lahir, kami (saya, suami dan semua orang di rumah)
memperlakukan hal2 berikut:
1. Selalu melibatkan Ntan dalam merawat adiknya, seperti mengambilkan
popok, pampers, dll.
2. Lebih memperhatikan Ntan drpd adiknya. BUKAN sebaliknya !
Dan yg penting lagi meminta seluruh keluarga melakukan hal yg sama,
terutama eyang dan saudara lainnya.
3. Jangan terlalu sering melarangnya bermain/mendekati adiknya.
Kalau mau ditinggal sebentar saja mereka hanya berduaan, katakan,
"Babynya dijagain ya..". Dengan begitu dia merasa dipercaya dan
diberi tanggung jawab. Tapi ingat, jika anak pertama masih sekitar
2 tahunan, jangan pernah ditinggal lama, karena dia belum tahu
mana yg aman dan berbahaya bagi adiknya
4. Jangan selalu menjadikan adiknya sebagai obyek utama.
Misalnya, ketika dia bermain bola, dan bolanya hampir kena adiknya,
JANGAN mengatakan, "Jangan dekat2 baby, nanti kena baby".
Tapi katakan misalnya, "Nanti kena mama", dlsb.
5. Mengatakan bahwa adiknya sayang sama dia.
Misalnya, "Mas dicariin sama baby tuh… soalnya baby sayang sama
Mas." (buat Ntan, ini mempan bgt lho, dia bisa senyum2 bangga tiap
kali dibilang ini sambil terus nyiumin adiknya
6. Bermain bersama sesering mungkin. Misalnya, memintanya
membacakan/menceritakan buku ke adiknya, menyanyikan lagu, dll.
7. Jika dia melakukan sesuatu yg memang benar2 membahayakan
adiknya, dengan tegas jauhkan dia dari adiknya, dan menasehati dg
tegas utk tidak mengulanginya. Yg penting, jangan menasehatinya
waktu dia sedang marah/nangis, tapi tunggu setelah dia tenang.
8. Jika dia melakukan kesalahan, seperti misalnya memukul adiknya,
jangan dimarahi, tapi jelaskan mengapa tdk boleh memukul
Masih banyak lagi yang lainya. Dan sejauh ini hasilnya sangat
memuaskan mereka berdua sayang satu sama lain. Malah ada saatnya yg
bisa membuat Nat tertawa hanya mas-nya seorang, kita udah jungkir
balik coba melawak, not even dapat senyuman, tapi giliran Ntan gerak
sedikit (padahal ga lucu sama sekali), Nat bisa ketawa cekikikan,
hehehe….
Memang sih, semakin besar Nat, frekwensi berkelahi semakin sering :-
) tapi yang sering terjadi justru si adik yang bikin masalah
terlebih dahulu. Kalau hal ini yang terjadi, kami berdua nggak akan
selalu minta Ntan untuk mengalah (kesian dong kalo mas-nya harus
ngalah melulu).
ooopss… maaf kalau jadinya panjang
Good luck ya mbak….

